NOFANDY NUR IBRAHIM alias Iib adalah bungsu dari tiga bersaudara. Cowok kelahiran 22 November 1991 ini seperti IT nerd pada umumnya, hobinya cuma main Dota, baca manga dan nonton anime. Tapi entah kenapa hokinya gede. Lulus mengenyam pendidikan di MIN 1 Malang, MTsN 1 Malang dan SMA Kharisma Bangsa Tangerang, dia merantau ke Nanyang Technological University Singapore untuk mengambil titel B.Eng nya di Computer Science. Alhamdulillah keambil sih :))

Hoki gede Iib teruji ketika dia diterima di sebuah perusahan di US yang membuat dia dapat berangkat kesana by tahun ini. Mengisi masa nganggurnya, dia kerja di sebuah tempat yang cukup bergengsi di Singapore dan kerja sambilan sebagai penyemangat saya dalam mengerjakan skripsi. Hoki kuadrat ketika lamaran dia ke saya diterima bapak saya.

Hahahaha... Tapi ngga semua-semua yang Iib dapatkan di dunia ini karena hoki lah ya. Walaupun mukanya slengekan, suprisingly, Iib adalah sosok yang sangat berjasa mengembalikan senyum-senyum saya. Berbeda dengan saya yang cukup egois, ambisius, khawatiran, panik dan menye, dia selalu bersyukur, gembira, bahagia, santai dan "yaudahlahya" alias ikhlas, yang akhirnya tanpa sadar menular juga ke saya.

@nmonarizqa

NURVIRTA MONARIZQA, wanita kelahiran 18 Maret 1993, yang sangat hobi jalan-jalan, suka mbolang bareng temen-temen ke mana-mana, lumayan berbeda dengan saya yang lebih sering mager daripada jalan-jalan. Walaupun suka jalan-jalan, anehnya kehidupannya selama ini berkutat di Jogja melulu, dari SD (SDN Percobaan 1), SMP (SMPN 8 Jogja), SMA (SMAN 1 Yogyakarta), sampai ke salah satu universitas terbaik di Indonesia, Universitas Gadjah Mada.

Kesan pertama yang didapat saat ketemu Mona, panggilannya, adalah... riajuu. Makin maen ama Mona, makin ngerasa bahwa saya dan dia seperti Yin dan Yang, di mana kami adalah 2 sisi ekstrim yang berbeda. Saya otaku, dia riajuu. Saya mager, dia hobi jalan-jalan. Saya suka rock dan metal, Mona suka jazz. Saya pesimis, dia optimis. Well, somehow mungkin itu juga yang membuat saya tertarik dengan dia, dia memiliki banyak hal yang tidak saya punya. Sedikit kesamaan yang kami miliki adalah kami suka matematika, dan kami memilih S1 di bidang yang mirip. Oh iya satu lagi persamaan, sama sama Jawa walaupun saya Jatim dia Jateng. Makin kenal dengan Mona, makin banyak perbedaan yang terkuak di antara kami, tapi alhamdulillah sejauh ini masih bisa nyeimbangin ego masing-masing.

Beberapa hal yang saya suka dari Mona adalah, dia unpredictable dan rada aneh. Dia suka randomly ngirim foto ngga jelas ke saya, suka ngasih video youtube ngga jelas, dkk. Tapi salah satu hal yang paling saya suka adalah, Mona mampu melihat sisi positif saya yang saya sendiri tidak sadar kalau itu ada, mungkin dikarenakan sisi optimis dan positivisme yang tidak saya miliki.

Itulah sedikit tentang Nurvirta Monarizqa, wanita yang mampu membuat saya mau telpon orang tuanya, satu setengah bulan setelah kami bertemu :)

@nofandyiib
petaakad

Akad Nikah

Sabtu, 17 Mei 2014
Kalibening, Tirtomartani, Kalasan, Sleman
Yogyakarta

petaresepsi

Walimatul Ursy

Ahad, 18 Mei 2014
University Hotel UIN, Jl Anggrek 137D
Maguwoharjo Sleman

petangunduh

Ngunduh Mantu

Ahad, 22 Juni 2014
Regent's Park Hotel, Jl JA Suprapto 12-16
Malang

thestory

Seneng dan galau, campur aduk jadi satu. Di satu sisi seneng karena dia diterima kerja bahkan sebelum lulus kuliah, dan kerjanya di US, di sisi lain galau juga karena merasa belum siap jauh tinggal di negeri antah berantah. Setelah proses aplikasi visa yang panjang, sayangnya gagal mendapatkan visa untuk kerja di US karena belum ada ijazah S1 pada saat itu, dan ternyata dia baru bisa berangkat paling cepat Oktober 2014. "Kesempatan cari cewe dulu nih, udah dapet kerja pula" batinnya.
 
offer

24 Februari 2013

The offer

5 Juli 2013

The departure

Mona memulai hari pertama kerja prakteknya di Nanyang Technological University (NTU) Singapore sebagai asisten riset di sebuah lab. Ini kali pertama dia harus pergi dari rumah lebih dari satu bulan, sendiri, tanpa teman, nggak kenal siapa-siapa. Sekalian restart hidup katanya.
 
offer
Mona sedang Facebookan. Dari situ dia tau kalau ternyata temen lamanya, Raja, yang juga lagi intern di Singapore. Lewat status yang dia buat ini, Mona yang waktu itu belum punya temen main, malah jadi kenalan sama Elsa yang pernah exchange ke NTU. Oleh Elsa, Mona dikenalin sama Ifah, mahasiswa NTU lainnya. Dari situlah Ifah kemudian sering ngajak Mona main di hari-hari selanjutnya.
 
offer

11 Juli 2013

They haven't met yet.

26 Juli 2013

The first sight

Waktu itu bulan puasa. Mona pengen nonton Pasar Ramadhan yang ada di Geylang. Diajaklah si Ifah. Ifah kemudian mengajak sobat-sobatnya, Agi dan Iib untuk ikut serta. Disitulah Iib pertama kali jumpa dan kenal dengan Mona. Personally, Mona sama sekali ngga tertarik sama Iib secara Iib slengekan dan ga jelas, sibuk sendiri sama PSPnya. Di sisi lain, Iib pun juga ternyata biasa aja waktu itu, nggak ada yang namanya love at the first sight.
 
offer

Setelah beberapa kali jalan bareng, untuk pertama kalinya Iib memberanikan diri ngajak Mona jalan berdua aja seharian, dari suatu pengajian di KBRI, sampe akhirnya ke Singapore Flyer. Ngepas-ngepasin waktunya biar naik pas sunset biar indah.

"Wah sunsetnya keliatan, kan padahal tadi mendung. Jadi cowok hoki banget sih Ib."

"Lo mau bikin gue jadi cowok yang lebih hoki lagi nggak?

............Jadi pacar gue yak Mon"

Hening seketika tapi muka Mona masih pokerface sampai akhirnya dia bilang "Bilang dulu ama bokap gue, kalo dia bilang yes, gue juga bilang yes."

offer

15 September 2013

The first date

16 September 2013

The call

Hape Iib dan Mona keduanya mati saat di atas Singapore Flyer, jadi Iib baru nelpon Bapak Mona keesokan harinya. Deg-degan parah. Bagi Iib, ini bukan cuma sekedar nembak biasa. Dia akan minta izin langsung (nembung) ke Bapak si cewek. Suprisingly setelah telpon dan ngobrol dan minta izin, Bapak Mona said yes easily. Ngga ada alasan lagi buat Mona untuk say no. Langsung dia melamar Mona personally.
 
offer
Mona udah balik ke Jogja, KP nya sudah selesai. Iib kebetulan lagi ada tugas dari kantornya untuk ke Jakarta. Hal itu dia manfaatin buat ke Jogja: ngelamar Mona secara resmi dengan ngomong ke orang tuanya tentang plan kapan mereka akan menikah. Sayang, proposal tersebut tidak berjalan mulus pada awalnya karena ternyata orang tua Mona ingin dia lulus dulu, S2 dan bekerja. Hal ini sempat membuat Iib dan Mona down pada awalnya, tapi setelah dibujuk bahwa kalo kata Allah kelamaan pacaran itu dosa dkk dkk, akhirnya Bapak Ibu Mona luluh juga.
 
offer

14 Oktober 2013

The proposal

2 November 2013

The family visit

Disepakati mereka akan menikah 17 Mei 2014. Hal ini didasari dua hal: kapan enaknya biar urus visa segera selesai sehingga mereka bisa pergi bareng ke US, dan kapan gedung kosong hehehee...
 
offer

And finally we are now getting married

Mohon doa restunya ya :)

this website is only viewable in landscape mode